Bls: [Diskusi HRD Forum] Peringatan bagi pemilik NPWP

Terima kasih atas responnya pak,

sudah diteruskan ke rekan saya

salam
Riyan

—– Pesan Asli —-
Dari: Agus Cahyono <acahyono@telkom.net>
Kepada: Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Terkirim: Rabu, 3 September, 2008 07:57:54
Topik: Re: [Diskusi HRD Forum] Peringatan bagi pemilik NPWP



Pak Riyan,
Maaf saya lupa, saya kira dua anak cukup.  Ada hal yang perlu ditambahkan mengenai pelaporan pajak ini Pak.  Kewajiban melaporkan penghasilan, menghitung memperhitungkan, menyetor dan melaporkan pajak adalah kewajiban kita sebagai warga negara yang mempunyai penghasilan.  Kewajiban perusahaan adalah memungut pajak atas penghasilan karyawan yang dibayar oleh perusahaan, penghasilan diluar itu adalah tanggung jawab kita sendiri Pak.  Dalam kasus teman Pak Riyan yang keluar dari tempat kerja A dalam waktu pada bulan April.  Karena keluar pada bulan April, kemungkinan ketika diperhitungkan ulang ada lebih bayar pajak.  Tetapi karena pajaknya disubsidi oleh perusahaan – ini tergantung kebijakan di perusahaan teman Pak Riyan.  Apakah lebih pajak yang diperhitungkan itu dibayarkan kepada teman Pak Riyan atau tidak, karena kebijakan subsidi adalah wilayah privat manajemen perusahaan.  Yang disarankan adalah meminta formulir A1 kepada perusahaan A ketika keluar.  Disitu sudah ada perhitungan yang jelas penghasilan, potongan-potongan dan perhitungan pajak selama bekerja di perusahaan A.  Dalam formulir itu juga sudah dijelaskan mengenai perhitungan pajak yang seharusnya, pajak yang sudah disetor dan lebih kurang pajak yang disetor.  Memperhitungkan kembali pajak dan memberikan kepada wajib pajak (karyawan yang keluar) adalah kewajiban yang diatur UU pajak.  Meminta saran kepada AR di KPP adalah bagus, yang saya tahu aparat pajak sekarang sangat welcome dalam melayani wajib pajak dan mereka sudah mendapat kompensasi yang lebih baik dari negara untuk menjalankan kewajibannya.
 
Salam
Agus
—– Original Message —–
Sent: Monday, September 01, 2008 3:27 PM
Subject: Bls: [Diskusi HRD Forum] Peringatan bagi pemilik NPWP
Terima kasih atas masukan pak Agus,

PTKP kalau punya istri & anak 3 orang memang 18jt pak. 🙂

Kisah ini ternyata kisah nyata (benar2 terjadi) dan mereka mendapat gaji bersih (pajak ditanggung perusahaan). Untuk itu pertanyaan selanjutnya adalah:

1. apa yang seharusnya dilakukan oleh ybs agar ia tidak perlu membayar kekurangan ini (saya menyarankan ybs agar menanyakan kantor pajak mengenai perhitungan detilnya sehingga didapat perusahaan mana yg salah lalu tinggal minta perusahaan tsb untuk mengurusi nya, namun saya sendiri tidak tahu apakah hal ini memungkinkan) ? 

2. apa yg seharusnya dilakukan karyawan bila ingin pindah kerja supaya tidak terkena kasus serupa?

Terima kasih & salam
Riyan

—– Pesan Asli —-
Dari: Agus Cahyono <acahyono@telkom. net>
Kepada: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com
Terkirim: Senin, 1 September, 2008 11:15:52
Topik: Re: [Diskusi HRD Forum] Peringatan bagi pemilik NPWP



Rekan2, boleh nimbrung dong…, persoalan yang diungkap memang mungkin seperti itu, tetapi solusi yang ditawarkan tidak mungkin seperti itu. Coba kita tengok pelan-pelan. …
 
Kalau kita pindah kerja ada 2 kemungkinan, kalau dalam satu grup perusahaan, maka peritungan PPh 21 nya nyambung tetapi kalau beda perusahaan memang perhitungan PPh nya putus-putus.  Adalah kewajiban kita sebagai warga negara / wajib pajak untuk menyambung dalam dalam (laporan) SPT kita penghasilan dan perhitungan PPh yang putus-putus tersebut.  Kira-kira begini mas mekanisme perhitungan PPh untuk kita yang keluar dari perusahaan A dan kemudian masuk ke perusahaan B yang mudah-mudahan dapat menjawab keanehan-keanehan “pajak terhutang yang bervariasi”, PTKP pertahun dua kali angka yang seharusnya (setahu saya PTKP belum mencapai angka 18 jt), perusahaan hanya membayar pajak selama kita bekerja disitu sedangkan negara menghitung penghasilan setahun.  Itu benar semua Mas.
 
1. Ketika kita keluar dari perusahaan A, misalnya bulan Maret maka perusahaan berkewajiban menghitung PPh tahunan kita atas dasar penghasilan yang terputus tersebut.  Perusahan A menghitung PPh kita atas dasar penghasilan 3 bulan dan PTKP setahun dan tidak disetahunkan karena perusahaan A tidak mungkin berasumsi penghasilan Anda akan tetap sama setelah Anda keluar dari perusahaan.  Perusahaan menghitung ulang PPh Anda selama bekerja, mengeluarkan laporan 1721A1 dan memotong pajak yang kurang bayar atau (paling mungkin) mengembalikan potongan pajak yang lebih dipotong. 
2. Ketika masuk ke Perusahaan B misalnya bulan Juli, maka PT B akan menghitung penghasilan Anda untuk PPH atas dasar penghasilan yang dibayar saja.  Lain halnya kalau ada menyerahkan copy 1721A1 tahunan atas penghasilan Anda yang terputus yang dibuat perusahaan A ke accounting perusahaan B.  Hal ini juga sangat jarang karena umumnya perusahaan membuat SPT nanti sekalian di Maret tahun depan saja.
 
Kemudian mengenai solusi yang Anda berikan:
1. Piundah kerja usahakan selalu pada 1 Januari.  Rasanya kok mustahil mas, kecuali kalau semua perusahaan menginginkan kita bekerja disana.  Kenyatannya kan kita melamar sana-sini, sudah untuk dapet.
2. Sebelum pindah, hitung dulu pajak kita dan nego perusahaan baru untuk membayarnya.  Saya tidak menangkap ini adalah ide yang logis.  Ketika kita keluar dari Perusahaan A, kita seharusnya menerima lebih bayar PPh karena ketika menghitung PPh kita January a/d Juni, atas dasar penghasilan yang disetahunkan dan ternyata penghasilan kita terputus di Juni.  Jadi tidak perlu minta perusahaan baru membayar PPh kita karena pengembalian potongan PPh dari perusahaan lama cukup untuk itu.  Lagipula kalau kita punya bargaining power yang begitu kuat sehingga mungkin perusahaan baru membayar pajak kita yang lalu, kenapa masih pusing dengan besaran pajak yang hanya sekian persen dari penghasilan kita?
3.Tidak usah membuat SPT. Jangan pernah lakukan kalau kita punya NPWP, walaupun semua tergantung seberapa rajin KPP tempat kita melapor
4. Palsukan SPT – jangan dilakukan karena SPT kita akan dikonfirmasi dengan SPT yang dilapotkan perusahaan tempat kita bekerja.
 
Ini sedikit share, semoga pajak tidak menjadikan sesuatu yang menakutkan. Mungkin ada yang mau nambahkan?
 
Salam,
Agus
Rekan2,

saya mendapat email di bawah dari seorang rekan. Mungkin kah hal ini terjadi ?

Terima kasih

Riyan

———— ——— —

Temen2,

 

Hati hati yang sudah punya NPWP hubungannya dengan bekerja di lebih dari satu tempat dalam setahun ( bisa diartikan pindah kerja ).  Dalam membuat SPT tahunan sudah pasti akan punya pajak terhutang yang besarnya bervariasi. Mengapa ??? Karena pajak kita dibayar oleh 2 atau lebih perusahaan. Dalam membayar pajak kita masing2 perusahaan akan mengurangi terlebih dulu PTKP-nya ( Penghasilan Tidak Kena Pajak ) sebesar 18 juta. Bila 2 perusahaan berarti PTKP kita 36 juta. Padahal negara hanya memberi PTKP 18 juta/tahun. Berarti  kita punya kelebihan sebesar 18 juta yang belum dibayar pajaknya. Pajak terutangnya sebesar 5 ~ 35% dari 18 juta ( 900 rb ~ 6.3 juta ) tergantung total penghasilan per tahun. Itu baru jumlah minimal pajak terhutang. Belum lagi selisih % pajak yang dibayar perusahaan, karena perusahaan hanya membayar pajak kita sebesar total gaji kita  selama kerja disitu. Padahal negara hanya memperhitungkan penghasilan kita selama satu tahun.

Jadi % pajak yang dibayar oleh perusahaan lebih kecil dibanding % pajak yang harus kita bayar….

Solusinya :

1. Pindah kerja usahakan selalu pada tgl 1 januari

2. Sebelum pindah, hitung dulu pajak terhutang kita dan nego ke perusahaan baru untuk membayarnya.

3. Tidak usah membuat SPT tahunan

4. Palsukan SPT tahunan. Mis : kita pindah bulan april, dalam SPT tahunan kita sebutkan bulan Jan – Mar tidak punya penghasilan ( menganggur ).

Tapi INGAT !!!! No 3 & 4 ada resiko hukumnya…tanggung sendiri yach…

Hal ini sudah terjadi pada temen saya yang pindah kerja 3 x dalam setahun dan dia punya pajak terhutang sampai 36 juta…

Untuk yang gemar pindah kerja, ternyata punya NPWP membuat …senewen ….:-(😦 😦

 



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!



Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

__._,_.___

Ikuti Workshop HRD Forum
"Honesty and Integrity Pre-Employment Tests"
9 September 2008 – Get Early Bird Only Rp 2.000.000,-
——————————–
Agenda Training HRD Forum
http://www.traininghrd.co.cc/
http://www.hrdforum.co.cc/
http://www.agenda.HRD-Forum.com/
——————————–
Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Komunitas HRD Terbesar di Indonesia
YM : hrdforum
———————————–
Penting buat Praktisi HRD !!
http://hr-expert.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
http://kpi-owner.blogspot.com/
http://compensations.blogspot.com/
http://recruitmentskill.blogspot.com/
———————————–
Service : Training/Seminar/Workshop baik InHouse maupun Public, Konsultasi, Recruitment & Selection khusus untuk posisi HRD, Assessment, Outdoor Activity Programs, Dll yang masih berhubungan dengan bidang tugas HRD.
————————————
Jika Anda belum bergabung kirimkan email ke :
Diskusi-HRD-subscribe@yahoogroups.com
———————
Dicari Freelance Trainer !
Anda mempunyai keahlian & pengalaman mengajar di bidang HR ?
Kirim CV anda ke ; HRD.Forum@gmail.com
Subject : Freelance Trainer
———————
bagi yang ingin Contoh-contoh KPI
http://kpi-owner.blogspot.com/
http://free-toefl-test.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
———————
Pasang Iklan Bisnis Anda di :
http://www.SentraBisnis.com/
Sentra Bisnis Iklan Baris Indonesia

Recent Activity

Visit Your Group

Y! Messenger

All together now

Host a free online

conference on IM.

John McEnroe

on Yahoo! Groups

Join him for the

10 Day Challenge.

Best of Y! Groups

Check it out

and nominate your

group to be featured.

.


__,_._,___

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: