Re: [HRM-Club] Mengapa OD dibawah domain HR?

Dear Bapak Robertus,
 
Penjelasan yang sangat menarik. Trims.
 
Salam
Hilda
—– Original Message —-
From: “recruitment_ymki@yamaha-motor.co.id” <recruitment_ymki@yamaha-motor.co.id>
To: HRM-Club@yahoogroups.com
Sent: Thursday, September 4, 2008 1:49:37 PM
Subject: Re: [HRM-Club] Mengapa OD dibawah domain HR?

Hallo Rekan HRM club,
ijinkan saya untuk memberikan tanggapan soal apa mengapa dibawah domain HR.
Hati saya tergelitik mengenai diskusi ini karena sepertinya melupakan hal pokok dalam kaidah organisasi.

Yang pertama, Training, OD, GA Personnel Management dsb dsb (silakan tambahkan dengan list sebanyak yang anda mau) TIDAK harus berada di domain HR. Silahkan cari kepustakaan atau teori manapun TIDAK ADA keharusan mengenai hal itu. Bahwa sekarang itu adalah sebuah gejala, itu tidak lebih dari COMMON PRACTICE, hal yang umum dilakukan tetapi BUKAN KEHARUSAN.

Gak percaya?

Buktinya: Beberapa perusahaan atau organisasi justru meletakkan HRD di bawah FINANCE, atau SEKRETARIAT atau dibawah DIREKTORAT UMUM. Dan sejauh tujuan bisnis atau organisasi tersebut tercapai, semua dapat berjalan dengan baik.

Di tempat kami bekerja, TRAINING juga BUKAN monopoli HR. Bagian produksi memiliki unit pengembangan dan pelatihan. Divisi Aftersales dan Kepuasan Pelanggan memiliki YAMAHA ACADEMY yang notabene adalah training institution. Perusahaan-perusaha an besar multinasional juga banyak memiliki divisi training yang besar dan solid yang tidak dibawah HRD.

So, kesimpulannya TIDAK ada keharusan bahwa TRAINING ADALAH DOMAIN HRD, itu hanya common practice. Setiap organisasi dapat membentuk struktur apapun sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi. Bila dirasakan training lebih efektif dan efesien dibawah HRD maka itulah yang akan dilakukan. Selain alasan efektifitas tentu juga ada alasan preferensi, contohnya organisasi yang meletakkan HRD di bawah Finance Accounting backgroundnya karena sang owner menginginkan HRD di kontrol oleh Manager Finance yang dia percaya (ini juga common practice di perusahaan Konglomerasi keluarga).

Asusmsi bahwa training atau OD adalah domain HR tidak sepenuhnya salah, tetapi bila kita tidak hati-hati kita akan terjebak dalam pemikiran generalisasi, kurang analitis atau bahkan terkena sindroma kesombongan HR managemen yang sering menempatkan diri serba tahu dan paling tahu (mudah-mudahan kita tidak seperti itu).

Pada waktu awal karir saya di HRD sayapun mengidap sindroma itu, tetapi saat ini saya lebih mendukung pendekatan desentralisasi dan pemberdayaan, konsepnya adalah “setiap manager adalah manager HRD di departemennya”.  

Dengan cara itu pekerjaan menjadi lebih ringan dan menyenangkan, dan (ini yang penting) resiko dibagi sama rata. Misalnya, warning karyawan boleh dan harus dilakukan oleh manager masing-masing, HRD tinggal menjadi fasilitator dan pencatat. So, kalau ada karyawan yang bermasalah, saya cukup bicara dengan managernya. Kalau si Manager sudah angkat tangan, barulah HRD turun tangan ambil action bersama manager tersebut. Tapi ini jarang, karena penanganan karyawan bermasalah menjadi KPI dari sang manager juga.

Apakah HRD kehilangan pamor dengan cara itu? tidak, justru saya lebih bisa kerja tenang fokus kepada hal-hal yang lebih strategis dan tidur saya juga lebih tenang.🙂

Salam,

Robertus Rubiyanto
HRM PT Yamaha Motor Kencana Indonesia



“indra.edan” <indra.edan@yahoo. co.id>
Sent by: HRM-Club@yahoogroup s.com

09/04/2008 11:44 AM

Please respond to
HRM-Club@yahoogroup s.com

To
HRM-Club@yahoogroup s.com
cc
Subject
[HRM-Club]  Mengapa OD dibawah domain HR?


Dari keterangan dari rekan2 disebutkan training dibawah HR karena
training berhubungan dgn SDM, berhbungan dgn pengembangannya dstnya
dstnya.

Lalu mengapa OD dibawah domain HR?

__._,_.___

—- Ingin Join Kirim Email ke: HRM-Club-subscribe@yahoogroups.com —-
                LOW PRICE & HIGH QUALITY
Berusaha mempercepat proses mencerdaskan bangsa terutama praktisi HR

Tahun 2008-2011 HRM bekerjasama dgn InWent Jerman menyelenggarakan program-program sertifikasi internasional secara gratis tidak dipungut biaya (biaya ditanggung sepenuhnya oleh InWent-Jerman)

InWent adalah Lembaga resmi di Jerman yang ditunjuk Pemerintah Jerman untuk mengembangkan SDM di Negara-negara berkembang, silahkan buka: http://www.InWent.org atau alumni InWent: http://www.gc21.de

Alumni program sertifikasi ini berhak mengikuti program-program pendidikan gratis di Jerman baik sifatnya kursus maupun pendidikan S2/S3.

Program-program HRM Club:
1. Training:
   Public House – Harga antara Rp 150.000,- – Rp 950.000,- per hari
   Inhouse – Harga member
2. Konsultasi – Harga Member
3. Recruitment service / search executive – Harga Member

Bila anda mempunyai kemampuan dalam bidang training & konsultasi HR, mempunyai jiwa pengabdian & tidak terlalu komersial, dan ingin bergabung dengan Team HRM Club.
silahkan kirim CV anda ke: teamhrmclub@yahoo.com
subject: Bergabung dengan tim HRM Club
Sebutkan bidang keahlian anda

Iffah
Pengelola
Di dukung para konsultan dan freelance trainer bidang SDM yang sudah mumpuni.

Bila email yahoo anda bouncing yakni tdk bisa menerima email lagi, silahkan kunjungi alamat berikut:
http://groups.yahoo.com/unbounce

Bila ternyata belum berhasil juga, hubungi pengelola di:
HRM-Club-owner@yahoogroups.com

Recent Activity

Visit Your Group

Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.


__,_._,___

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: