Re: Bls: Bls: [HRM-Club] Mengapa OD dibawah domain HR?

Dear All,
 
Rame nih diskusinya. Sepakat bahwa Training Dan OD tidak harus dibawah HRD. Semua tergantung bagaimana Perusahaan melakukan Organization Function Deployment. Sekali lagi yang penting adalah fungsinya, bukan namanya. Masalah digabung apa tidak tergantung dari efektif dan efisienkah kalau digabung atau dipisah? namun demikian Training dan OD menyangkut anggota komunitas yang disebut organisasi, dan kalau diperusahaan berarti karyawannya. Artinya semua yang terkait dengan karyawan masuk dalam cakupan fungsi manajemen SDM. jadi mau berdiri sendiri atau tergabung dalam HR Dept/Div. bukan menjadi soal utama, yang terpenting integrate and synergize.
 
salam,
sumeh sumringah

— On Fri, 9/5/08, Bekti Harsono <harsonobekti@yahoo.co.id> wrote:

From: Bekti Harsono <harsonobekti@yahoo.co.id>
Subject: Bls: Bls: [HRM-Club] Mengapa OD dibawah domain HR?
To: HRM-Club@yahoogroups.com
Date: Friday, September 5, 2008, 11:21 AM

Berbicara masalah Organisasi, benak kita harus mengarah pada adanya Sekumpulan Orang; yang Mempunyai Tujuan Bersama dan tentu saja ada Pembagian Tugas diantara mereka. Agar Pembagian Tigas bisa digambarkan dengan jelas dan baik dibuatlah Struktur atau Bagan Organisasi. Mohon diingat bahwa Struktur Organisasi itu adalah Vihicle dari Perusahaan untuk mencapai Tujuan/Objective yang tentu saja dengan mempertimbangkan Visi dan Misi persh. bersangkutan, jadi dengan demikian tujuan yang berbeda akan ditempuh dengan menggunakan Vehicle (kendaraan) yang berbeda pula. Nach, kalau tidak salah, saya pernah membaca buku (20 tahun yang lalu kira2) mengenai Sony Corporation Japan, mengapa persh tersebut dalam Struktur Organisasinya jabatan R & D dibuat setingkat Direktorat (dibawah President Director) – Jadi ada Direktur R & D; ini semata untuk menjawab atau mengakomodasi salah satu Misinya yaitu ingin menjadi perusahaan yang dapat memperkenalkan atau menemukan teknologi (dalam productnya) yang pertama kali sebelum perusahaan lain memperkenalkan. Jadi Sony ingin menjadi perusahaan pelopor dalam product line yang dimilikinya, saya meyakini pada waktu itu Sony ingin menjadi perusahaan Penemu (Inventor) dan bukan menjadi perusahaan yang mengikuti apa yang telah diperbuat oleh perusahaan lain (me too strategy). Apakah alur pemikiran dan keinginan Sony tersebut tercapai dengan Organisasinya tersebut, tolong ibu2 dan bapak2 ingat2, salah satu contohnya: siapa yang pertama kali memperkenalkan Play Station dan Walkman (dan tentu ada product lain). Tks.

brgds

—– Pesan Asli —-
Dari: Riyan Permadi <riyanpermadi@ yahoo.com>
Kepada: HRM-Club@yahoogroup s.com
Terkirim: Jumat, 5 September, 2008 10:00:36
Topik: Bls: [HRM-Club] Mengapa OD dibawah domain HR?

Saya juga sependapat dengan pak Robertus.

Memang tidak mutlak OD, training dll di bawah HR. Ini hanya common practice karena kenyataannya sebagian besar sekali yg

seperti ini. Saya rasa ini semata2 karena perusahaan menganggap practice ini yang lebih tepat bag perusahaannya, tentunya belum tentu bagi perusahaan lain.

salam
Riyan

—– Pesan Asli —-
Dari: sri nengsih <srihilda82@yahoo. com>
Kepada: HRM-Club@yahoogroup s.com
Terkirim: Kamis, 4 September, 2008 14:51:53
Topik: Re: [HRM-Club] Mengapa OD dibawah domain HR?

Dear Bapak Robertus,
 
Penjelasan yang sangat menarik. Trims.
 
Salam
Hilda
—– Original Message —-
From: “recruitment_ ymki@yamaha- motor.co. id” <recruitment_ ymki@yamaha- motor.co. id>
To: HRM-Club@yahoogroup s.com
Sent: Thursday, September 4, 2008 1:49:37 PM
Subject: Re: [HRM-Club] Mengapa OD dibawah domain HR?

Hallo Rekan HRM club,
ijinkan saya untuk memberikan tanggapan soal apa mengapa dibawah domain HR.
Hati saya tergelitik mengenai diskusi ini karena sepertinya melupakan hal pokok dalam kaidah organisasi.

Yang pertama, Training, OD, GA Personnel Management dsb dsb (silakan tambahkan dengan list sebanyak yang anda mau) TIDAK harus berada di domain HR. Silahkan cari kepustakaan atau teori manapun TIDAK ADA keharusan mengenai hal itu. Bahwa sekarang itu adalah sebuah gejala, itu tidak lebih dari COMMON PRACTICE, hal yang umum dilakukan tetapi BUKAN KEHARUSAN.

Gak percaya?

Buktinya: Beberapa perusahaan atau organisasi justru meletakkan HRD di bawah FINANCE, atau SEKRETARIAT atau dibawah DIREKTORAT UMUM. Dan sejauh tujuan bisnis atau organisasi tersebut tercapai, semua dapat berjalan dengan baik.

Di tempat kami bekerja, TRAINING juga BUKAN monopoli HR. Bagian produksi memiliki unit pengembangan dan pelatihan. Divisi Aftersales dan Kepuasan Pelanggan memiliki YAMAHA ACADEMY yang notabene adalah training institution. Perusahaan-perusaha an besar multinasional juga banyak memiliki divisi training yang besar dan solid yang tidak dibawah HRD.

So, kesimpulannya TIDAK ada keharusan bahwa TRAINING ADALAH DOMAIN HRD, itu hanya common practice. Setiap organisasi dapat membentuk struktur apapun sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi. Bila dirasakan training lebih efektif dan efesien dibawah HRD maka itulah yang akan dilakukan. Selain alasan efektifitas tentu juga ada alasan preferensi, contohnya organisasi yang meletakkan HRD di bawah Finance Accounting backgroundnya karena sang owner menginginkan HRD di kontrol oleh Manager Finance yang dia percaya (ini juga common practice di perusahaan Konglomerasi keluarga).

Asusmsi bahwa training atau OD adalah domain HR tidak sepenuhnya salah, tetapi bila kita tidak hati-hati kita akan terjebak dalam pemikiran generalisasi, kurang analitis atau bahkan terkena sindroma kesombongan HR managemen yang sering menempatkan diri serba tahu dan paling tahu (mudah-mudahan kita tidak seperti itu).

Pada waktu awal karir saya di HRD sayapun mengidap sindroma itu, tetapi saat ini saya lebih mendukung pendekatan desentralisasi dan pemberdayaan, konsepnya adalah “setiap manager adalah manager HRD di departemennya” .  

Dengan cara itu pekerjaan menjadi lebih ringan dan menyenangkan, dan (ini yang penting) resiko dibagi sama rata. Misalnya, warning karyawan boleh dan harus dilakukan oleh manager masing-masing, HRD tinggal menjadi fasilitator dan pencatat. So, kalau ada karyawan yang bermasalah, saya cukup bicara dengan managernya. Kalau si Manager sudah angkat tangan, barulah HRD turun tangan ambil action bersama manager tersebut. Tapi ini jarang, karena penanganan karyawan bermasalah menjadi KPI dari sang manager juga.

Apakah HRD kehilangan pamor dengan cara itu? tidak, justru saya lebih bisa kerja tenang fokus kepada hal-hal yang lebih strategis dan tidur saya juga lebih tenang.🙂

Salam,

Robertus Rubiyanto
HRM PT Yamaha Motor Kencana Indonesia



“indra.edan” <indra.edan@yahoo. co.id>
Sent by: HRM-Club@yahoogroup s.com
09/04/2008 11:44 AM
Please respond to
HRM-Club@yahoogroup s.com

To
HRM-Club@yahoogroup s.com
cc
Subject
[HRM-Club]  Mengapa OD dibawah domain HR?


Dari keterangan dari rekan2 disebutkan training dibawah HR karena
training berhubungan dgn SDM, berhbungan dgn pengembangannya dstnya
dstnya.

Lalu mengapa OD dibawah domain HR?



Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

__._,_.___

—- Ingin Join Kirim Email ke: HRM-Club-subscribe@yahoogroups.com —-
                LOW PRICE & HIGH QUALITY
Berusaha mempercepat proses mencerdaskan bangsa terutama praktisi HR

Tahun 2008-2011 HRM bekerjasama dgn InWent Jerman menyelenggarakan program-program sertifikasi internasional secara gratis tidak dipungut biaya (biaya ditanggung sepenuhnya oleh InWent-Jerman)

InWent adalah Lembaga resmi di Jerman yang ditunjuk Pemerintah Jerman untuk mengembangkan SDM di Negara-negara berkembang, silahkan buka: http://www.InWent.org atau alumni InWent: http://www.gc21.de

Alumni program sertifikasi ini berhak mengikuti program-program pendidikan gratis di Jerman baik sifatnya kursus maupun pendidikan S2/S3.

Program-program HRM Club:
1. Training:
   Public House – Harga antara Rp 150.000,- – Rp 950.000,- per hari
   Inhouse – Harga member
2. Konsultasi – Harga Member
3. Recruitment service / search executive – Harga Member

Bila anda mempunyai kemampuan dalam bidang training & konsultasi HR, mempunyai jiwa pengabdian & tidak terlalu komersial, dan ingin bergabung dengan Team HRM Club.
silahkan kirim CV anda ke: teamhrmclub@yahoo.com
subject: Bergabung dengan tim HRM Club
Sebutkan bidang keahlian anda

Iffah
Pengelola
Di dukung para konsultan dan freelance trainer bidang SDM yang sudah mumpuni.

Bila email yahoo anda bouncing yakni tdk bisa menerima email lagi, silahkan kunjungi alamat berikut:
http://groups.yahoo.com/unbounce

Bila ternyata belum berhasil juga, hubungi pengelola di:
HRM-Club-owner@yahoogroups.com

Recent Activity

Visit Your Group

Yahoo! Finance

It’s Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Real Food Group

Share recipes,

restaurant ratings

and favorite meals.

.


__,_._,___

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: