[HRM-Club] Re: Validitas KPI

Sekedar ikut berdiskusi,

Saya sepakat dengan Apa yang disampaikan oleh Cak Sunawan bahwa untuk menentukan KPI beserta pembobotannya penting untuk melibatkan user atau customer (baik internal maupun external customer) atau kita sebut saja the next process. ini penting supaya sasaran tembak tepat (sesuai dengan goal yang ingin dicapai perusahaan dengan peran serta setiap individu di dalam organisasi). beberapa hal yang mungkin dapat saya usulkan untuk penentuan KPI untuk masing-masing individu dalam perusahaan yang telah tersistem adalah :
1. cascading terlebih dahulu strategi, sasaran, initiative action dan target dari level organisasi(perusahaan) sampai dengan individu.
2. setelah strategi, sasaran dan target indivudu ditentukan, spread kedalam setiap detail yang ada di job desc. bila dalam jobdesc belum tertampung maka harus ditambahkan dan sebaliknya bila tidak ada dihilangkan.
3. dari uraian di job desc beserta targetnya kemudian perlu di break down kembali kedalam hal-hal yang lebih teknis (mulai level ini bisa mulai melibatkan user)
4. baru kemudian dibobot sesuai dengan tingkat kepuasan user, strategi perusahaan (pembeda untuk menjadi lebih unggul), culture dan kemampuan oraganisasi
5. untuk selanjutnya perlu direview secara berkala. List hal teknis yang bisa dilakukan bisa saja tetap, ditambah dan dikurangi. demikian juga dengan bobotnya bisa ditambahkan, tetap atau dikurangi. semua bergantung dengan dinamika keingainan user, persaingan usaha dan juga dinamika perusahaan itu sendiri. intinya semua terus berubah.

Menurut saya apa yang dicontohkan Cak Sun untuk KPI yang telah ditetapkan HR Mgr mungkin benar untuk 3-5 tahun yang lalu tapi mungkin tidak tepat lagi untuk sekarang dan yang mendatang karena keinginan user/customer selalu berkembang demikain juga yang menjadi standard perusahaan tidak bisa stag di tempat.

demikian urun rembugnya, maaf kalau ada salah kata atau malah dianggap melntur.

salam,
sumeh sumringah

— On Tue, 9/9/08, Sunawan <sunawans@yahoo.com> wrote:

From: Sunawan <sunawans@yahoo.com>
Subject: Re: Validitas KPI
Date: Tuesday, September 9, 2008, 5:51 PM

Salam semua,
Mas Iman, tulisan sampeyan mantep mas, tp saya lihat kurang menukik, krn tdk menunjukkan validnya.

Lalu attachment saya baca unsur keterkaitannya sangat masuk logikanya menunjukkan sebab akibatnya, tp tdk saya lihat unsur validatsnya, hanya hubungan saja.

Klo korelasi, tentunya harus ada uji r, shg nanti muncul nilai dari r-nya, piye iki mas.

Saya dulu pernah melakukan uji validitas & reabilitas terhadap kompetensi, waktu itu yang ngajari mas heru ttg ilmu ini.

Sbg contoh studi kasusnya terhadap kompetensi salah satu perusahan Tbk yg besar di Indonesia, setelah di uji dgn factor analysis, validitas, reabilitas, uji r dstnya ternyata byk kompetensi yg kacau balau, padahal sudah mahal2 pakai konsultan bikin kompetensi tuh
akibatnya HRD managernya diganti he he he (itu kata dia).

Saya ambilkan contohnya, misalkan begini, ini contoh saja
Disebuah Bank yg sangat padat dan banyak konsumennya dimana dia selalu antri panjang dalam pelayanannya. Bagian front officenya.
Dalam kompetensinya terdapat namanya customer satisfation dgn terjemahan melayani pelanggan dengan senyum, menjelaskan dengan baik, dstnya, bobotnya tinggi apalagi sesuai dgn moto pelayanan Bank tsb.
Setelah diuji, ternyata tdk butuh tuh customer satisfaction krn ternyata antriannya masih panjang.
Ternyata yg dibutuhkan adalah akurasi, kecepatan dan harus diberikan bobot yg tinggi
Uji ini dilakukan dgn 2 cara yakni statistik dan kriteria lapangan.
1. kriteria lapangan, kita tanyakan kepada customer, apa sebenarnya yg mereka butuhkan, mayoritas mgkn tdk mau antri dan nunggu lama. hasilnya dari sana diolah lebih lanjut
2. dgn menggunakan para ahli, lalu disimulasikan dalam analisa statistik
ternyata hasilnya custimer satisfation terdelete.
Tp kemudian hal tsb tetap dipertahankan krn ada kemauan dari manajemen sehubungan bahwa hal tsb adalah core value organisasi, akhirnya utk bobot kompetensi tsb dijadikan kecil.

Saya sendiri dulu sering melakukan simulasi sendiri terhadap kompetensi perusahaan2 tertentu apakah valid atau tdk.

Utk belajar Uji ini silahkan anda baca buku statistik analisis multivariat, klo menggunakan SPSS, pakailah yg generasi 13 keatas, disana lengkap uji-ujinya.

Nah, bagaimana aplikasinya dalam KPI?

Salam

Cak Sun
Senang Berbagi Dengan Anda Semua
HP: 0817 994 0224
Telp: 021 – 8499 6361

— Pada Sel, 9/9/08, Iman <iman@imcp.co. id> menulis:

Dari: Iman <iman@imcp.co. id>
Tanggal: Selasa, 9 September, 2008, 6:03 AM

Thanks Mas Adith, amat sangat jelas dan menjelaskan korelasi Objectives & measurement.
Bila belum juga jelas juga, silahkan tutup mata, tarik nafas dalam dalam, hembuskan dengan perlahan …dan buka mata dengan ketenangan dan kemurnian hati lalu lihat lagi file tersebut. Somoga jelas.

Salam,
Iman

—– Original Message —–
From: Muhammad Adithia Amidjaya
Sent: Tuesday, September 09, 2008 4:43 PM

Allz,

The attached slide is self-explanatory. Coba lihat, dengar, dan rasakan makna dari slide tsb.. Coba telaah panah ke atas dan ke bawah di paling sebelah kiri dari slide. Dan.. saya tahu bahwa ada di antara kita yang belum paham tentang KPI, .. mungkin hal itu disebabkan kita belum ingin memahaminya. Maka begitu kita mulai mulai berpikir betapa penting untuk memahaminya, kita pun semakin ingin dan bahkan sudah memahaminya. . Sekarang..

Best Regards, -adithia-

—– Original Message —-
From: Iman <iman@imcp.co. id>

HRM Club dibahas tentang bagaimana mengukur validitas KPI yang ditanyakan oleh Mas Indra Edan. Kasihan tuh orang, orang gila pengin sembuh tapi yang ini pengin edan, hehehe… Nah kita bantu jawab ya disini..

Sobat, disana jawabannya macem-2 (bagus, di satu sisi itu menandakan semangat belajar yang tinggi). Ada yang jawab, "ndak tau ya..saya khan belum belajar jadi yang penting dibuat dulu".  Ada juga yang jawab "ya ikut saja training KPI dulu, ntar minta instrukturnya untuk menjawab". Salah sorang teman konsultan dalam milis partner kita itu menulis "cara yang paling banyak digunakan untuk mengukur validitas KPI adalah dengan SMART", lalu beliau menambahkan kalau KPI tidak valid bila banyak target yang meleset.  Jadi yang dipakai untuk mengukur validitasnya adalah pencapaian target, demikian kesimpulan beliau.

Sobat, ternyata istilah yang demikian familiar yaitu KPI toh masih banyak yang belum paham arti sebenarnya dari KPI, bahkan teman konsultan tersebut-pun masih belum memberikan jawaban yang benar. Karena itu, apapun pendekatannya, marilah kembali pada konsep dasar pemahaman dari KPI (sebagaimana yang ditulis Mas Vero). Berbagai pendekatan adalah kembangan dan merupakan cara untuk meng-integrasi saja,  yang sebenarnya didalam praktek adalah cara untuk mengefisienkan eksekusi 2 atau lebih system dalam satu tempat (perusahaan) .
Kembali pada KPI, sobat HOS, saya hanya mengulang saja bahwa sebelum membahas validitas terlebih dahulu kita harus "clear" dengan terminology ini. KPI is measurement tools. KPI adalah alat untuk mengukur. Sebagai alat ukur, sama dengan alat ukur yang lain (nih mbak Itje pasti sudah ngelontok-tolong dibantu lebih detail dong) pasti akan dipertanyakan 2 hal, yaitu validitas dan reabilitas-nya. Validitas berarti apakah alat ukur tersebut benar fungsinya untuk mengukur obyek yang hendak diukur ? Contohnya untuk mengukur berat badan, maka pakailah timbangan badan, jangan pakai thermometer. Bagaimana reabilitas ? Reabilitas berkaitan dengan konsistensi dari alat ukur. Dengan berat badan yang sama, sekitar 70 kg saya menimbang kemarin, besok,  atau lusa-pun timbangan tersebut tetap sekitar 70 kg, tapi bila sampai kemarin lusa 65 kg, kemarin 75 kg dan hari ini 70 kg bisa dipastikan timbangan tsb tidak realibel.

Jadi sekarang bagaimana untuk mengukur validitas KPI ? Ya harus "ngeh" dulu apa yang diukur ? Apa yang diukur oleh KPI ? Jelas Objectives dari organisasi. Nah, tinggal di uji saja, apakah suatu KPI "benar" dipakai untuk mengukur  suatu  "objectives" dari corporate ? Bila benar, berarti KPI valid. Lho lalu apa hubungannya dengan target untuk uji validitas ? Tidak ada ! Target tdk dipakai untuk menguji validitas, tetapi target dipakai untuk memantau proses pencapaian. memang erat hubungan KPI dan Target, tetapi KPI bukanlah target dan target tidak dapat dipakai untuk mengukur validitas KPI !

Nah silahkan meramaikan, menambahkan  dan semoga juga membantu sobat yang belum paham tentang terminology objective, kpi, target, dan inisiatif atau action plan.

Salam,

__._,_.___

—- Ingin Join Kirim Email ke: HRM-Club-subscribe@yahoogroups.com —-
                LOW PRICE & HIGH QUALITY
Berusaha mempercepat proses mencerdaskan bangsa terutama praktisi HR

Tahun 2008-2011 HRM bekerjasama dgn InWent Jerman menyelenggarakan program-program sertifikasi internasional secara gratis tidak dipungut biaya (biaya ditanggung sepenuhnya oleh InWent-Jerman)

InWent adalah Lembaga resmi di Jerman yang ditunjuk Pemerintah Jerman untuk mengembangkan SDM di Negara-negara berkembang, silahkan buka: http://www.InWent.org atau alumni InWent: http://www.gc21.de

Alumni program sertifikasi ini berhak mengikuti program-program pendidikan gratis di Jerman baik sifatnya kursus maupun pendidikan S2/S3.

Program-program HRM Club:
1. Training:
   Public House – Harga antara Rp 150.000,- – Rp 950.000,- per hari
   Inhouse – Harga member
2. Konsultasi – Harga Member
3. Recruitment service / search executive – Harga Member

Bila anda mempunyai kemampuan dalam bidang training & konsultasi HR, mempunyai jiwa pengabdian & tidak terlalu komersial, dan ingin bergabung dengan Team HRM Club.
silahkan kirim CV anda ke: teamhrmclub@yahoo.com
subject: Bergabung dengan tim HRM Club
Sebutkan bidang keahlian anda

Iffah
Pengelola
Di dukung para konsultan dan freelance trainer bidang SDM yang sudah mumpuni.

Bila email yahoo anda bouncing yakni tdk bisa menerima email lagi, silahkan kunjungi alamat berikut:
http://groups.yahoo.com/unbounce

Bila ternyata belum berhasil juga, hubungi pengelola di:
HRM-Club-owner@yahoogroups.com

Recent Activity

Visit Your Group

Yahoo! Finance

It’s Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Yahoo! Groups

Join a program

to help you find

balance in your life.

.


__,_._,___

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: