Bls: [HRM-Club] Rumus Salary

Pak Bambang,

Berikut pendapat saya:

kalau boleh memberi masukan, HRD itu mengurusi ‘Human’ sehingga sangat banyak sekali hal2 yang tidak bisa dibuat eksak karena pada dasarnya manusia adalah mahluk hidup yang bebas.

Sebaiknya strukur gaji tidak melihat parameter antara tingkat pendidikan dengan pengalaman kerja karena menurut saya besaran gaji yang adil tidak melihat dari kedua parameter tersebut melainkan dari bsarnya kontribusi karyawan thd perusahaan.

Andaikan fresh graduate SMA dan S2 yang masuk bersamaan menjadi tukang sapu untuk menyapu area yang sama,  gajinya tentu tidak dibedakan karena kontribusinya sama.

Saran saya lihat saja dari golongan ybs supaya struktur tidak kompleks. Misalkan untuk tukang sapu itu golongan 1 range gajinya Rp.10-Rp.20, driver golongan 2 range gajinya 15-25, OB golongan 2 range gaji 15-25, dan seterusnya.

Lalu bisa tidak tukang sapu naik ke golongan 2? bisa saja, karena golongan yang dibuat adalah golongan minimal, maksudnya kalau karyawan masuk jadi driver, otomastis ia langsung ke golongan 2 atau lebih.

Lalu bagaimana mendefinisikan angka Rp. 10 – 20? Tentu saja tidak ada hitungan eksaknya, ini bergantung dari HRD yang akan mendefisikannya dengan segala kompetensinya.

Yang mendefinisikan golongan tentu saja user (HRD), anda tinggal implementasi. Apa dasar/standarnya? tentu saja tidak ada (selain upah minimum), ini juga bergantung HRDnya lagi

Semoga sukses pak dalam implementasinya. Pengalaman saya, dari Attendance System ke HRIS itu  tidak terlalu rumit karena pada prinsipnya hanya menyampaikan data ‘siapa, kapan, status dan dimana’ transaksi dilakukan. Yang rumit justru di dalam HRIS nya sendiri outputnya mau dijadikan apa. Dalam hal ini user harus cukup cerdas dalam memilih data atau laporan apa yang ingin dihasilkan. Lagi2 faktor human🙂.

Salam

On Thu, 11/9/08, BambangHM <bambanghm@trigolden star.com> wrote:

From: BambangHM <bambanghm@trigolden star.com>
Subject: Re: [HRM-Club] Rumus Salary
To: HRM-Club@yahoogroup s.com
Cc: “Dodi Mulyadi Hidayat Dodi” <mulyadi_dodi_ hidayat@yahoo. com>
Date: Thursday, 11 September, 2008, 11:15 AM


Betul Pak Dodi,
Tujuannya adalah supaya tidak ada kecemburuan.
Memang bisa jadi karyawan lulusan SLTA gajinya lebih tinggi dari karyawan lulusanS1,
tetapi berdasarkan parameter yang jelas.
Mungkin SLTA nya pengalaman 10 thn, dll sedangkan S1nya fresh graduate. Dan variable-variable lainnya
 
….trus bagaimana memberikan bobot dan caranya ?
 
Tujuan akhirnya yang kami rencanakan adalah :
(Mencoba) mengakomodasi pembobotan tersebut kedalam Software HRIS.
 
Saat ini kami sedang implementasi Attendance System yang berlanjut ke HRIS
 
Salam Hormat,
BambangHM
Assistant Manager IT Dept.
 
 
 
 
—– Original Message —–
Sent: Thursday, September 11, 2008 10:19 AM
Subject: Re: [HRM-Club] Rumus Salary
Dear Pa Bambang HM
 
saya sedikit memberikan sedikit saran saja  bahwa untuk mewujudkan system confensasi & Benefit yang ideal berangkat dari analisa jabatan ya itu sendiri dan selanjut nya akan di lakukan evaluasi jabatan untuk menentukan Grade bagi jabatan tersebut, maka dengan hal itu akan terlihat struktur gaji yang tidak ada kecempburuan bagi semua jabatan tersebut. karena sudah di ukur dalam evaluasi jabatan.
Mungkin kalo bapak masih awam menganai evaluasi jabatan silahkan bapak  menghubungi moderator HRM club ini karena di sini pun mempunyai team untuk mengurusi masalah tersebut.
 
Regard,
 
Dodi Mulyadi H.
Team Konsultan HRM Club
—– Original Message —-
From: BambangHM <bambanghm@trigolden star.com>
To: HRM-Club@yahoogroup s.com
Sent: Wednesday, 10 September, 2008 15:34:07
Subject: [HRM-Club] Rumus Salary

 
Yth. Para Pakar,
 
Mohon Maaf , saya awam soal HR Manajemen,
jika bahasanya tidak nyambung, mohon dapat di koreksi.
 
Apakah ada pedoman pembobotan atas variabel salarry karyawan ?
Study kasusnya begini :
Dalam perusahaan saya bekerja, terjadi kesenjangan kesejahteraan antara beberapa grade karyawan.
misalnya :
– Lulusan SLTA sudah 5 tahun bekerja tetapi salarynya kalah dengan SLTA yang baru masuk kerja,
– Lulusan S1 masuk kerja tetapi salarynya kalah dengan SLTA sudah 3-5 tahun bekerja,
– Luluisan S1 sudah 5 tahun bekerja tetapi salarynya kalah dengan SLTA baru 1 tahun bekerja,
– dll.
 
Intinya sungguh tidak ada parameter, kalau istilah saya “manajemen acak adut”.
Tanpa bermaksud sinisme, HR Dept nya terlalu masah bodoh dengan hal ini.
 
Dalam study kasus yang lain,
beberapa karyawan yang “berani” bargaining dan minta upgrade salary (dengan berbagai jurusnya masing-masing) , dapat menikmati kenaikan yang lumayan.
Hal ini menurut saya, bagi yang tidak cukup punya “keberanian” (mentalnya tidak cukup atau mungkin merasa kinerjanya jelek, dll)
ya.. harus puas dengan kenaikan standart pemerintah.
 
Mengulangi perntanyaan saya,
Apakah ada parameter pembobotan job dengan faktor demografinya yang berkorelasi dengan salarry ?
atau
Bagaimana Rumus Sallary yang ideal ???
 
Terimakasih atas pencerahannya.
Salam,
BambangHM
 



Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

__._,_.___

—- Ingin Join Kirim Email ke: HRM-Club-subscribe@yahoogroups.com —-
                LOW PRICE & HIGH QUALITY
Berusaha mempercepat proses mencerdaskan bangsa terutama praktisi HR

Tahun 2008-2011 HRM bekerjasama dgn InWent Jerman menyelenggarakan program-program sertifikasi internasional secara gratis tidak dipungut biaya (biaya ditanggung sepenuhnya oleh InWent-Jerman)

InWent adalah Lembaga resmi di Jerman yang ditunjuk Pemerintah Jerman untuk mengembangkan SDM di Negara-negara berkembang, silahkan buka: http://www.InWent.org atau alumni InWent: http://www.gc21.de

Alumni program sertifikasi ini berhak mengikuti program-program pendidikan gratis di Jerman baik sifatnya kursus maupun pendidikan S2/S3.

Program-program HRM Club:
1. Training:
   Public House – Harga antara Rp 150.000,- – Rp 950.000,- per hari
   Inhouse – Harga member
2. Konsultasi – Harga Member
3. Recruitment service / search executive – Harga Member

Bila anda mempunyai kemampuan dalam bidang training & konsultasi HR, mempunyai jiwa pengabdian & tidak terlalu komersial, dan ingin bergabung dengan Team HRM Club.
silahkan kirim CV anda ke: teamhrmclub@yahoo.com
subject: Bergabung dengan tim HRM Club
Sebutkan bidang keahlian anda

Iffah
Pengelola
Di dukung para konsultan dan freelance trainer bidang SDM yang sudah mumpuni.

Bila email yahoo anda bouncing yakni tdk bisa menerima email lagi, silahkan kunjungi alamat berikut:
http://groups.yahoo.com/unbounce

Bila ternyata belum berhasil juga, hubungi pengelola di:
HRM-Club-owner@yahoogroups.com

Recent Activity

Visit Your Group

Yahoo! Finance

It’s Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Weight Loss Group

on Yahoo! Groups

Get support and

make friends online.

Dog Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about dogs.

.


__,_._,___

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: